Oleh: addthe | Juni 11, 2007

Puisi Rangga a2dc

kulari ke hutan kemudian menyanyiku
kulari ke pantai kemudian teriakku
sepi… sepi.. dan sendiri aku benci
aku ingin bingar… aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga jika kusendiri

pecahkan saja gelasnya biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh
ada malaikat menyulam
jaring laba laba belang di tembok keraton putih

kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
atau aku harus lari ke hutan
lalu ke pantai…


Tanggapan

  1. Juni 11th, 2007
    kulari ke hutan kemudian menyanyiku
    kulari ke pantai kemudian teriakku
    sepi… sepi.. dan sendiri aku benci
    aku ingin bingar… aku mau di pasar
    bosan aku dengan penat
    dan enyah saja kau pekat
    seperti berjelaga jika kusendiri

    pecahkan saja gelasnya biar ramai
    biar mengaduh sampai gaduh
    ada malaikat menyulam
    jaring laba laba belang di tembok keraton putih

    kenapa tak goyangkan saja loncengnya
    biar terdera
    atau aku harus lari ke hutan
    lalu ke pantai…

  2. kulari ke hutan, ketemu monyet
    kulari ke pantai, ketemu cumi-cumi
    benci.. benci aku dengan sendiri
    aku ingin ke pasar, ke pasar lagi
    trus mampir ke RRI

    pecahkan saja gelasnya biar ramai
    biar gaduh sampai mengaduh
    piring.., mangkoknya jangan, itu buat ibu

    ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang
    di tembok kantin depan kelasku
    mata indah bola ping pong
    ke pantai yuk donnn…

  3. [...] sumber: http://addthe.wordpress.com/2007/06/11/puisi-rangga-a2dc/ [...]

  4. “Rasa”

    Aku ada dari dulu
    aku tidak kemana-mana

    kau ataukah aku yang bilang
    aku hanya ingin tahu benarkah itu

    ketika kau ucap sebuah kalimat
    ketika aku mendengar dengan indahnya

    aku,mereka dan siapa saja pasti percaya
    kelaurkan saja kesalnya,aku terima

    aku percaya perasaannya ada
    apa aku terbawa perasaan

    ya sudah kau pergi saja,kukira kau punya rasa
    ternyata aku yang selalu merasa

  5. puisi yg dibaca dian ciptaan sapa ya…?

  6. Tak mengapa hari ini aq mnjadi bgian yg t’lewatkn tp aq tak ingin lg b’tanya bgaimana htimu hri ini

  7. mo nanya, sbenernya tu puisinya spa sih ???

  8. awal dari bangkitnya film indonesia……

  9. jgn berharap bisa melihat bulan
    kalau tak mau menatap malam
    tak mungkin ada cahaya
    kalau tak ada gelap gulita
    raih dan genggamlah purnama
    karena di situlah arti keberadaan CINTA


Beri tanggapan

Your response:

Kategori