Siapa juga yang tidak ingin dipanggil sesuai namanya, sebaik apapun panggilan itu, semenarik apapun panggilan itu, seatraktif apapun panggilan itu, secadas apapun penggilan itu, namun tetap orang itu paling suka dipanggil dengan nama yang telah diberikan orang tuanya sebagai sebuah doa bagi anak yang tersayang. Tapi kalau misalkan panggilan itu diberikan orang yang disayang dan juga dikasihi tentu bukan menjadi masalah yang besar, tapi secara defaultnya orang akan senang jika dipanggil dengan namanya sendiri.
Tidak seperti nabi muhammad yang memberikan panggilan untuk orang yang dikasisihinya seperti khumaira’ kepada istrinya ‘aisyah, saifullah kepada khalid bin walid, semua serba menyenangkan dan juga begitu tangguh ketika didengar, sebab siapa juga yang tidak ingin mendapat gelar kehormatan dari orang yang Allah ridho padanya dan diapun ridho kepada allah juga. Namun kebanyakan kita, siapa juga kita. Cuma lihat kebanyakan temenku kampus beberapa memang suka memanggil dengan nama yang saya kira mereka sebenarnya tidak senang jika disebut dengan panggilan semisal.
Ada yang namanya langgeng dengan semen-mena dan juga serta merta dipanggil darso, sebuah nama yang kalau saya sendiri dipanggil dengan nama itu tentu akan tersakiti, tapi apa si langgeng harus memukul setiap orang yang memanggil dia dengan nama darso, apakah dia harus membungkam semua mulut yang mengucap seperti itu, apa dia harus memutuskan dan juga pergi dari teman2 yang dia anggap berarti bagi dirinya. Dan beberapa masih lagi dan beberapa masih lagi.
Memang sesuatu yang tidak enak didengar ketika kamu misalkan nama kamu ketika di akte punya nama yang sesungguhnya doa yang menurut kamu merupakan sebuah doa yang begitu nyaman untuk didengarkan dan untuk diwujudkan, namun seketika tanpa akte pengangkatan yang baru kamu dianugrahi nama dengan sesuatu yang kamu tidak suka, sekali lagi secara default orang itu lebih suka dipanggil dengan nama yang diberikan orang tuanya.
Lalu apa yang kamu lakukan ketika ada orang yang berkata dan juga menjuluki demikian, tentu sudah pasti dan sudah tentu diperingatkan bahwa nyatanya dan juga sejujurnya kamu tidak suka jika dipanggil dengan panggilan semisal, banyak hal tercermin ketika kamu mengatakan ketidak sukaan kamu dengan panggilan yang kamu sendiri sebenarnya malu jika dipanggil dengan panggilan seperti itu, bahkan kalau ibumu tahu bahwa anaknya dipanggil dengan julukan yang tidak menyenangkan seperti itu beliau tidak akan rela, beliau tidak akan rela. Ada yang dengan bijak segera merubah diri namun tidak sedikit pula yang dengan tetap bangga mengatakan ” lohh itu khan panggilan yang bagus, buat kamu…, panggilan yang hebat…, panggilan yang keren”, mas, mbak itu menurutmu, tapi kalau saya tidak suka terus bagaimana? apakah musti ku berkata kasar terlebih dahulu supaya kalian sadar bahwa aku tidak suka dipanggil dengan semacam itu.
Kadang sempat terpikir apakah musti kita mendoakan mereka agar mereka merasakan bagaimana tidak menyenangkannya dipanggil dengan nama yang bahkan kamu sendiri pun tidak suka dipanggil dengan panggilan itu, apakah harus, kita bungkam dan juga kita tutup mulut setiap orang yang berucap demikian, apakah musti kita mengerutkan muka dan juga berbalas julukan dengan julukan yang lebih jelek lagi, tentu tidak jawabannya, paling tidak kita sudah mengingatkan mereka dan sudah berujar bahwasanya, saya, aku, beta, kulo, abdi, ingsun tidak suka tidak nyaman, tidak mau, tidak enak jika dipanggil dengan sebutan itu, dan untuk urusan selanjutnya penumpang dan pengucap yang bertanggung jawab, kita tetap sabar diam, dan semoga itu menjadi kafarah akan dosa-dosa kita sebelumnya, dan tetap suatu saat nanti kita bisa dikumpulkan dengan rosulullah bersama para shahabat, serta orang-orang sholih lainnya dan mendapat julukan yang kita suka, rosulullah suka, dan Allahpun ridho pada semuanya.



di, nggonku rada errr..
the bomb is down, need an assistance!!
Oleh: dokterkafi on September 24, 2007
at 12:38 pm
tak delok ra po2 kie mas kafi nggonmu
Oleh: add_ on September 24, 2007
at 12:59 pm
Wah… lha kalo peyek, konotasinya apa ya mas?
Oleh: peyek on September 25, 2007
at 3:56 pm
aneh… harusnya sampeyan bikin blognya adi-wirawan.wp.com, kok mlh addThe, gmn sih??
Oleh: blaxbock on September 25, 2007
at 5:33 pm
^ niku kulo kang add (^^)
Oleh: arisuke on September 25, 2007
at 5:34 pm
vivat wordpress!!!
Oleh: add_ on September 26, 2007
at 2:20 am
spkat kalo nama adalah doa, dan kalo ga salah nih ada yang bilang kalo kelak kita akan dipanggil dengan nama kita itu plus tambahan kita punya jiwa baik ato jelek>> conto nih….
fulan bin fulan , jiwa yang baik karena keluar dari badan yang baik.
so kudu kerja keras nih bikin amal baik supaya jiwa kita ikutan baik saat kelak dipanggil di akhirat.
Oleh: nara sabila on Mei 5, 2008
at 8:15 am