Kemarin jumat aku diajak oleh rekan seperjuanganku untuk mengantarkan mobil ke rumah kediaman bapak dan ibunya di solo, sebuah hal yang cukup aneh terdengar ketika dia tak ajak dengan sangat untuk pulang ke kos2an setelah selesai kegiatan di majlis, namun dia mencoba merayuku untuk ikut menemani beliau ke solow mengantar mobil milik bapaknya yang katanya akan segera digunakan untuk keesokan harinya.
Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 sebuah waktu yang cukup signifikan untuk merebahkan diri dan memuja kenikmatan tidur di dalam rangkulan kasur dan juga bantal kesayangan, namun apa tho yang gak buat temanku. Akhirnya kuberanikan diri untuk turut serta naik mobil istimewa di samping pak sopir yang sedang bekerja.
Perjalanan jogja solo, lumayan menyita perhatian, di tengah gelapnya suasana dan juga heningnya pesta. Tak terbayang bagaimana rasanya menyusur panjangnya jalan dengan menyendiri diri tanpa tiada yang mendampingi. Sambil ngantuk-ngantuk kupaksakan diri untuk tetap menemani luncuran mobil yang tak mau tahu dinginnya malam di dera putaran setir yang dikendalikan oleh rekanku.
Sampai di solo tepatnya semanggi dan untuk lebih tepatnya lagi di daerah sampangan, dan untuk lebih detailnya lagi di rumah bapak sarno hajar pukul 00.30 kalau gak salah. Ternyata kedatangan sudah ditunggu si bapak di depan jalan utama, sudah barang tentu, di jalan saja bunyi sms dan getaran nada dering menghiasi dan menanyakan sampai di mana gerangan.
Langsung tidur dan langsung terlelap setelah perjalanan jauh yang menyita beberapa sisa tenaga, yang musti di simpan lagi untuk keberangkatan habis subuh besok paginya.
Sesudah sahur, aku dan rekanku pergi ke masjid sampangan.
Ya, ya, ya inilah masjid sampangan dulu, rekan-rekan alumni SMA MTA di atas angkatan 2005 pasti tahu bagaimana kondisi masjid sampangan dahulu ketika asrama putra masih berada di sana.
Jalannya masih tetap sama sepertinya walaupun pas itu sedang dilakukan renovasi jalan, namun sekilas masih teringat bagaimana riuhnya jalan ketika keberangkatan menuju sma mta setelah bertolak dari asrama yang dihuni oleh para putra, wartel-wartel nya pun masih sama saya kira. Serasa ada kenangan tersendiri dengan asrama putra yang lama, yang tentunya berada di sampangan ceria.
ya ya ya, inilah jalan sampangan, jalan yang dulu sering diinjak-injak oleh kaki rekan-rekan sma mta, jalan yang menuju susu segar bu jum,-namanya bu jum gak ya, yang letaknya di perempatan sampangan itu-, jalan utama yang terlalui untuk datang ke asrama lamaku.
oits, sudah lah, waktu sudah menunjukkan untuk segera kembali ke jogja dan meneruskan langkah untuk menggapai sesuatu yang musti diperjuangkan supaya lebih baik.
Kita pun kembali ke jogja, setelah subuh tepatnya, sebagai oknum yang dibocengkan aku tetap tenang walaupun sesekali helmku musti tertumbuk ke helm rekanku, dan di saat itu rekanku pasti berteriak, “woee ra turu dab…”, wedew ngantuk kie,



assalamu’alaikum.wr.wb
oo… ternyata antum lulusan sma mta yah…
tapi kok g keliatan yah klo lulusan sma mta?
Oleh: amru on Oktober 5, 2007
at 4:03 am
wa’alaikum salam wr wb
amru yang begitu mencurigakan
Oleh: add_ on Oktober 5, 2007
at 6:25 am
kok iso ajiie cool ki pye *ra mudeng
btw, slm nggo mujahir yo dab
Oleh: arisuke on Oktober 6, 2007
at 3:31 am
wah, mengenanga masa lalu yang penuh dengan suka-duka.
Oleh: Fajar on Oktober 6, 2007
at 6:00 am
[arisuke]
takok karo sing bersangkutan dab, aku khan cuma penonton saja
[fajar]
iya, duka, suka dikenang
Oleh: add_ on Oktober 10, 2007
at 8:49 am
wah susu sapi nya masa cm setengah gelas?he he he
ijk iling karo jangan pentile pak dapur
he he atus tenan
he he
Oleh: taufiq s on Oktober 17, 2007
at 10:35 am
[taufiq s]
masak cuma setengah gelas, kami saja bisa berbotol-botol, jangan pentil? itu khan memang menu khas kuliner kita bersama
Oleh: add_ on Oktober 19, 2007
at 2:04 am
asalamualaikum
sampangan? wah asyik banget di sana , saya
masih sekolah di sana jadi ya belum jadi kenangang malah kadang jadi kebosanan, kemarin aja waktu akreditasi semua data di manipulasi, mana jiwa ju2r sma mta yang dulu?
waalaikumsalam
Oleh: adit on Februari 25, 2008
at 8:18 am