Oleh: addthe | Oktober 27, 2007

Icip2 Slackware

Beberapa saat yang lampau akhirnya slackware sudah bercokol di sempron ku. CD yang dipinjamin sama om amru langsung kulampiaskan di kedinginan sikap si sempron yang belum kuketahui apakah dia pemalu ataukah tidak. Ya tahunya kalau mau menjalanin slackware itu pake perintah startx juga akhir-akhir ini saja, sungguh tragis memang, sungguh tragis.

Dahulu kala, di mana ego menjadi orang bisa memegang komputer masih berkecamuk, beberapa CD distro linux yang walaupun sudah gak uptodate sempat terpegang oleh tangan ini. Dan beberapa juga sempat terinstall juga, tapi tetap, sungguh tragis, sungguh tragis, ketika tiba saatnya menginstall slackware tiada berakhir dengan tampilan yang memuaskan, hanya berakhir dengan tampilan terminal yang berisi tulisan yang aku sendiri tiada paham maksud dari tiap barisnya. Ups…salah tulis, seharusnya ditulis dengan sudah berakhir bukan hanya berakhir, namanya saja juga progress.

Ya, ya, ya instalasi cukup berakhir di dalam kebisuan terminal yang hitam legam saja, namun belakangan baru tahu ya itu tadi menggunakan kata kunci yang bisa membuka jendela kebisuan menuju arah pencerahan yang sungguh menyenangkan. Ya, ketik saja startx setelah kamu memasukkan username sama password yang kamu punya.

Ya, lumayan satu progress. Tapi belum berakhir penderitaanku petualangan di area perang slackware ini, setelah terhanyutkan dengan kegembiraan melihat tampilan KDE di slackware ini, klik sana klik sini, buka sana buka sini, intip sana intip sini. Tibalah saatnya kucoba untuk membisingkan suasana dengan membuka file ogg hasil convert dari format mp3 yang tetap masih bajak juga, akhirnya kumasukkan USB kingston yang dahulu masih bernilai 88 ribu tapi entah katanya sekarang sudah naik lagi, rupiah masih belum mempunyai versi stable ternyata.

Kelihatan ada proses ketika USB mulai bereaksi, namun betapa terkejutnya diriku ketika terdapat pesan

A security policy in place prevents this sender from sending this message
to this recipient: see message bus configuration file (rejected message
had
interface “org.freedesktop.Hal.Device.Volume”
member “Mount” error name “(unset)”
destination “org.freedesktop.Hal”)

sungguh aneh tidak seperti biasanya, sungguh mengejutkan…apa yang sebenarnya terjadi…ada apa…kenapa…why…

Maklum baru kali ini bisa menggunakan slackware, setelah mencri di dunia maya ada pencerahan

download dulu file
http://vslivecd.openfmi.net/slp/a/vsupdfstab-0.2-noarch-0.tgz
http://vslivecd.openfmi.net/slp/a/vsupdfstab-0.2-noarch-0.tgz.md5
setelah itu diinstall dengan perintah

md5sum -c vsupdfstab-0.2-noarch-0.tgz.md5
su -c “installpkg vsupdfstab-0.2-noarch-0.tgz”

lalu di terminal diketikkan

chmod +x /etc/rc.d/rc.messagebus
/etc/rc.d/rc.messagebus start
chmod +x /etc/rc.d/rc.hald
/etc/rc.d/rc.hald start

dan alhamdulillah USB sudah bisa dimanfaatkan kembali, tapi nyoba cdrom masih belum bisa lagi, kenapa…why… ada apa

Ada petunjuk untuk memasukkan hak akses dari cdrom ke lokasi /etc/group nya, okelah nanti di coba di kos2an ku yang baru saja bayar perpanjangan walaupun masih DP ada yang mau berdonasi mungkin…

Sampai saat ini menggunakan slackware, cukup tertantang, kata rekan-rekan yang sering menggunakan slackware alasannya dengan slackware bisa lebih paham tentang kinerja linux

new update

sengasara membawa nikmat, karena nikmat itu terbawa setelah terhapusnya kesengsaraan. Setelah kemarin pinjem PCBSD dan tercoba juga untuk keinstall di sempron ku tapi alhamdulillah, malah semua partisi nya hilang…bravo…

tapi untung saja tiada data yang begitu penting tersimpan di PC ku, kecuali instalan windows bajakan -ada yang tahu alaman MSDN buat kampusku- dan juga slackware yang belum keluar suaranya.

namun berbekal waktu yang menunjukkan pukul berapa yang pasti malam. Menginstall windows dengan satu paket -masih bajakan- dengan beberapa file yang mising, grgrgrgr..windows ini kugunakan untuk beberapa aktifitas yang musti terjalankan di windows namun untuk ulah yang sudah bisa dijalankan di linux mendingan linux aza. Dan bilang saja OK, windows sudah keinstall.

Selanjutnya kembali install slackware 12.0 dari bung amru yang belum terkembalikan.

Install sudah, terus berusaha dengan sangat untuk bisa membuat cd dan juga USB bisa berulah, ternyata benar masukkan hak akses root di /etc/group untuk aktifitas seperti cdroom, plugdev dan selainnya terserah anda, lalau di restart

Untuk suara masuk ke terminal kemudian

alsaconf

kemudian ikuti saja perintah2 di dalam terminal itu, untuk mengetes ketikan perintah

speaker-test

kalau ada suara berising keluar dari kamu punya slackware berarti dah bunyi, fyhhh, alhamdulillah sampai tahap ini, lumayan…


Tanggapan

  1. alon alon…. minum dulu juragan :D

  2. wah udah di racun amru nih! :)

  3. [arisuke]
    iyo je nganti keselak kie

    [alle]
    emang amru itu ckckckc….


Beri tanggapan

Your response:

Kategori