Kemarin pas pulang ke kampung yang semakin hilang halamannya itu, aku dititipi sebuah undangan untuk melakukan perhelatan akbar yang akan menentukan bagaimana nasib kampungku beberapa tahun ke depannya. Ups…maaf salah 3 undangan tepannya buat aku, bapak sama ibukku.
Undangan untuk melakukan pemilihan kepala desa a.k.a lurah. Memang beberapa kali pulang ke rumah terlihat sesuatu yang lain dari biasanya, photo bapak-bapak yang aku sendiri pun tiada kenal siapa gerangan dirinya hakikatnya. Dari style nya kelihatan cukup meyakinkan dengan kopyah di atas kepal dan juga dandanan rapi saya kira cukup mencoba memaksakan opini bahwa dia adalah seorang yang beragama dan bisa menata diri. Tapi itu semua khan cuma casing saja tentunya, ya itu cuma casing belaka.
Terlalu awal memang melihat seseorang dari sekedar casing nya saja, para koruptor yang maaf cukup layak dikatakan tiada bermoral itu pun memiliki pakaian yang yahuud dan bonafite, dengan kemanisan senyum yang mengihiasi manisnya bibir yang tersungging setelah dengan puas menyedot daging dan darah rakyat demi membuncitkan perut.
Kembali ke permasalahan awal, nahh ceritanya calon yang ada hanyalah satu orang semata tiada tanding tiada banding, dan satu orang itu adalah si bapak yang photonya sudah terpampang di pinggir jalan bagaikan iklan sms gratis di salah satu operator. Ya, dia calon tunggal, calon satu2 nya. Lahhh kalau dia calon satu-satunya kenapa juga dibuat pemilihan tohhh nanti dia juga yang nantinya akan jadi kepala desa a.k.a lurah itu. Sabar anak muda, sabar orang sabar disayang Allah tentunya, dalam praktiknya nanti si bapak yang bonafit ini akan dirivalkan dengan sebuah benda yang cukup keramat dan bahkan katanya bisa menumbangkan banyak calon tunggal, oke kita sebut saja dia kotak keramat.
Kotak keramat ini akan menyimpan pilihan suara yang kosong dan tidak diisi, jadi misalkan kita tidak cocok dengan bapaknya yang bonafit ini maka pilih sajalah kotak keramat ini tadi, jangan malah tiada datang.
Bapaknya yang bonafit ini , sellidik punya selidik memang orang yang cukup “berpengaruh” di desa saya ini. Tanpa latar belakang pendidikan yang jelas, tanpa misi yang pasti, dengan berjubel tim sukses yang bermodal pakaian sangar dan muka yang lebih sangar dengan rela merelakan dirinya untuk mengatur desa kami tercinta ini. Bukankan dia termasuk orang yang berpengaruh besar di desa kami ini.
Sungguh bapak yang luar biasa tentunya, salut, kalau lihat pas zamannya kampanje dulu, banyak partai-partai yang melambungkan janji, banyak calon pejabat-pejabat yang menyublim janji juga yang sampai sekarang masih sulit untuk dilaksanakan semua. Tapi bapak yang satu ini punya trik jitu barangkali, tanpa susah buat visi misi, yang penting bukti. Ataukah tak usah buat visi misi biar nanti gak dimintai pertanggung jawaban dari visi misi yang dahulu kala pernah diutarakan, tapi kemudian pertanyaannya kenapa gak berani bervisi misi, kalau dah jadi pejabat khan semua juga hormat dengan anda – yang hormat tentu saja – dan gak akan ada yang berani mengusik kenyamanan kita setalah jadi pejabat, kita khan berkuasa di lahan empuk ini.
Terus menurut anda saya harus bagaimana
- Datang langsung coblos nih bapak
- Datang pilih kotak keramat / kotak kosong
- coblos dua-duanya
- tak usah pulang mendingan ikutan Gutsy Release Party di jogja



kampung halamane ngendi dab? dulu, tempatku pernah juga kejadian kotak kosong menang lawan incumbent. tapi cuma terjadi di beberapa tepees.jadinya ya si bapak tetep melenggang kangkung dimasak tumis, ndherek langkung mringas-mringis
Oleh: NuDe on Oktober 31, 2007
at 2:31 am
mmm…
nek menurutku lho pak…
mending melu melu gutsy release party wae…
tp nek ak ketoke ra melu gutsy release party, meh nonton pameran batik neng taman budaya wae ah..
Oleh: paris on Oktober 31, 2007
at 5:03 am
[nude]
[paris]
kalau sampai detik ke sekian ini prinsip tak ada rotan akar pun jadi belum ku penuhi, jadi kelihatannya aku akan menunggu rotan-rotan yang lain dulu supaya akar yang satu ini punya rival sang rotan
Oleh: add_ on Oktober 31, 2007
at 5:17 am
cari yang terbaik
Oleh: GRaK on Oktober 31, 2007
at 11:50 am
Yang terakhisr mas..tapi nyoblos dolo
Oleh: agusampurno on November 1, 2007
at 8:30 am
Wah kalo gitu, harus banyak doa aja, semoga setelah terpilih, bapak itu memang bisa membawa desamu menjadi lebih baik.. (mode sok tau = ON)
Oleh: Anis on November 2, 2007
at 4:08 am
mending situ pilih sesuai hati nurani ajah….
dan sesuai besar sogokan tentunyaOleh: celotehsaya on November 2, 2007
at 7:17 am
Disekelidiki dhhullu calon yang tunggaall iittuu. Dia manntann keppallaa dessaa kammu appa tiddak? KAllo manntann keppalla dessa kammu, gimmanna kerrrrrjannnnnya kemaren? Kalo kemaren nggak baik ya pilih kokotak kokosong eh keramamt. kkalo kemaren babaek ya pilih didia. kalo kemaren bukan kepala desa, tengok dia shalat nggak?
Oleh: Fajar on November 6, 2007
at 5:23 am
nomer 4 deh
Oleh: peyek on Januari 4, 2008
at 11:50 am
yang mana terserah yang menurutmu paling baik
Oleh: sigit on Januari 31, 2008
at 3:09 pm
yang harus kamu yakini adalah yng kamu lakukan itu ada pertimbangannya
Oleh: adit on Februari 25, 2008
at 9:02 am
lama sekali nggak ngeblog..?
Oleh: Freddy Hernawan on Maret 26, 2008
at 7:23 am
hai
Oleh: add_ on Maret 31, 2008
at 5:28 am
kak,cek……cek………Blog yg keren
Oleh: Siti Mufliah on Juni 13, 2008
at 7:38 am